DIFTERI

APA ITU DIFTERI ??

Penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri gram positif Corynebacterium diptheriae strain toksin, ditandai dengan adanya peradangan pada tempat infeksi. Terutama pada selaput mukosa faring, laring, tonsil, hidung dan juga pada lapisan kulit.

Ditularkan melalui percikan cairan dari saluran pernafasan atau kontak langsung dengan cairan yang keluar dari saluran pernafasan, dan pengelupasan luka di kulit.

 

GEJALA DIFTERI :

  • Demam + 38 derajat Celcius
  • Munculnya pseudomembran putih keabu-abuan, tak mudah lepas dan mudah berdarah
  • Sakit waktu menelan
  • Leher membengkak seperti leher sapi (bullneck), akibat pembengkakan kelenjar leher
  • Sesak nafas disertai bunyi (stridor)

PENCEGAHAN :

3 Vaksin untuk Imunisasi Difteri :

  1. Vaksin DPT-HB-Hib
  2. Vaksin DT
  3. Vaksin Td

IMUNISASI DIFTERI PADA BAYI DAN BADUTA :

Bayi (0-11) wajib mendapatkan 3 dosis imunisasi dasar DPT-HB-Hib pada usia 2,3 dan 4 bulan. Kemudian, dilanjutkan dengan 1 dosis imunisasi lanjutan DPT-HB-Hib pada usia 18 bulan.

 

IMUNISASI DIFTERI PADA ANAK SEKOLAH

Anak sekolah dasar/sederajat kelas 1 wajib mendapatkan 1 dosis imunisasi DT. Anak sekolah dasar/sederajat kelas 2 dan 5 wajib mendapatkan imunisasi Td.

PERTOLONGAN PERTAMA PADA ORANG YANG TERJANGKIT :

  1. Datang ke Pelayanan Kesehatan
  2. Segera melapor ke Dinas Kesehatan setempat
  3. Melakukan PHBS

APAKAH DIFTERI DAPAT DISEMBUHKAN?

Difteri dapat disembuhkan apabila orang yang terjangkit tidak terlambat dalam mendapatkan pertolongan