Skrinning Lansia 2017

 

Tanggal       : 10 Januari-23 Februari 2017
Pelaksana  : Dokter, perawat, perawat gigi, petugas gizi/promkes
Tujuan          : upaya monitoring lansia risiko tinggi dilaksanakan setahun sekali Bulan Januari-Februari
Sasaran      : peserta posyandu lansia

Siaran Keliling tentang IPV (Inactivated Polio Vaccine)

 

Tanggal Pelaksanaan : 20 Desember 2016
Pelaksana                          : Petugas promkes dan driver
Tujuan                                  : Untuk memberikan informasi kesehatan terutama tentang IPV (Inactivated Polio Vaccine)

INACTIVED POLIO VACCINE (IPV) 22-30 Desember 2016

PENGERTIAN IMUNISASI :

Suatu upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya suatu penyakit dengan cara memberikan mikroorganisme bibit penyakit berbahaya yang telah dilemahkan (vaksin) kedalam tubuh sehingga merangsang sistem kekebalan tubuh terhadap jenis antigen itu dimasa yang akan datang.

TUJUAN IMUNISASI :

Menurunkan kesakitan dan kematian akibat penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).

PENGERTIAN IPV :

Pemberian vaksin dengan cara disuntikkan pada paha sebelah kiri dan diberikan pada bayi dengan sasaran bayi usia ≥4 bulan sampai dengan < 1 tahun . IPV sudah bisa didapat di semua Puskesmas Kota Madiun, untuk Puskesmas Demangan mulai tanggal 22-30 Desember 2016. Secara GRATIS!!!

SASARAN :

Bayi usia ≥4 bulan sampai dengan < 1 tahun yang lahir pada bulan April 2016 s/d Agustus 2016.

MANFAAT IPV :

  • Mencegah polio dan menambah kekebalan bila terpapar dengan VOPV2 / WPV2.
  • Meningkatkan respon imun MOPV2 sewaktu KLB
  • Meningkatkakn imunitas melawan polio tipe 1 dan 3.

KEUNTUNGAN PEMBERIAN IMUNISASI POLIO DENGAN SUNTIK (IPV) ADALAH :

Tidak ada resiko kejadian ikutan pemberian imunisasi, Imunitas tinggi dan konstan.

VAKSIN IPV / INACTIVED POLIO VACCINE TIDAK MENGGANTIKAN VAKSIN OPV/POLIO TETES, NAMUN MENAMBAH JUMLAH VAKSIN YANG DIBERIKAN KHUSUSNYA PADA ANAK USIA 4 BULAN.

Imunisasi Measles Rubella (MR)

Penyakit campak (Measles) menyebabkan : radang paru, radang otak, kebutaan, diare dan gizi buruk
Penyakit rubela menyebabkan : kelainan jantung, kelainan mata, tuli, keterlambatan perkembangan, kerusakan jaringan otak

PERTANYAAN SEPUTAR IMUNISASI MR
1. Apakah penyakit campak dan rubella?
campak dan rubella adalah penyakit infeksi menular melalui saluran napas yang disebabkan virus. anak dan orang dewasa yang belum pernah mendapat imunisasi campak dan rubela atau yang belum pernah mengalami penyakit ini berisiko tinggi tertular.

2. Apa bahaya dari Peyakit ini?
Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti diare, radang paru, radang otak, kebutaan, gizi buruk dan bahkan kematian. Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan.

3.Seperti apa gejala penyakit campak dan rubella?
Gejala penyakit campak adalah demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit disertai dengan batuk, pilek dan mata merah.
Gejala penyakit rubella adalah tidak spesifik, bahkan bisa tanpa gejala. gejala umum berupa demam ringan, pusing, pilek, mata merah, dan nyeri persendian. mirip dengan gejala flu.

4. Bagaimana agar terlindung dari penyakit campak dan rubella?
Tidak ada pengobatan untuk penyakit ini namun penyakit ini dapat dicegah. Imunisasi dengan Vaksin MR adalah pencegahan untuk penyakit campak dan rubella. Satu vaksin mencegah 2 penyakit sekaligus

5. Apakah vaksin MR?
Vaksin MR adalah kombinasi vaksin campak/measles dan rubella untuk perlindungan penyakit campak dan rubella

6. Apakah vaksin MR aman?
Vaksin yang digunakan telah mendapat rekomendasi dari WHO dan izin edar dari Badan POM. Vaksin MR 95% efektif untuk mencegah penyakit campak dan rubella. Vaksin ini aman dan telah digunakan di lebih dari 141 negara di dunia

7. Siapa saja yang harus mendapatkan imunisasi MR?
Imunisasi MR diberikan untuk semua anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun selama kampanye Imunisasi MR. Selanjutnya imunisasi MR masuk dalam jadwal imunisasi rutin dan diberikan pada anak usia 9 bulan, 18 bulan dan kelas 1SD/sederajat menggantikan imunisasi campak.

8. Apakah imunisasi MR memiliki efek samping?
Tidak ada efek samping dalam imunisasi. Demam ringan, ruam merah, bengkak ringan dan nyeri di tempat setelah imunisasi adalah reaksi normal yang akan menghilang dalam 2-3 hari. Kejadian ikutan pasca imunisasi yang serius jarang terjadi.

9. Apabila anak telah diimunisasi campak, apakah perlu mendapat imunisasi MR?
Ya, untuk mendapat kekebalan terhadap Rubella. Imunisasi MR aman bagi anak yang telah mendapat 2 dosis imunisasi campak.

10. Apakah perbedaan vaksin MR dan MMR?
Vaksin MR mencegah penyakit campak dan Rubella. Vaksin MMR mencegah penyakit campak, rubella dan gondongan

11. Mengapa yang diberikan adalah vaksin MR bukan MMR?
Saat ini pemerintah memprioritaskan pengendalian campak dan rubella karena bahaya komplikasinya yang berat dan mematikan

12. Apabila anak telah mendapat imunisasi MMR, apakah masih perlu mendapat imunisasi MR?
Ya, untuk memastikan kekebalan penuh terhadap penyakit campak dan rubella. Imunisasi MR aman diberikan kepada anak yang sudah mendapat vaksin MR

13. Apakah benar vaksin MR dapat menyebabkan autisme?
Tidak benar. Sampai saat ini belum ada bukti yang mendukung bahwa imunisasi jenis apapun dapat menyebabkan autisme

14. Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No. 4 Tahun 2016
Imunisasi pada dasarnya dibolehkan (mubah) sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh (imunitaS) dan mencegah terjadinya suatu penyakit tertentu.

Dalam hal ini jika seseorang yang tidak diimunisasi akan menyebabkan kematian, penyakit berat, atau kecacatan permanen yang mengancam jiwa, berdasarkan pertimbangan ahli yang kompeten dan dipercaya maka imunisasi hukumnya wajib.

Program Imunisasi MR ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2017 (PAUD/TK/SD/MI/SMP/MTS) dan bulan September 2017 dilaksanakan di posyandu.
Pastikan bahwa anak anda terlindungi dari penyakit campak dan rubella.